Berita

Ayo cegah anak-anak mengendarai motor mulai dari sekarang!!!!

Selasa 28 September 2021, 11:52 WIB | dibaca: 11 pembaca
Ayo cegah anak-anak mengendarai motor mulai dari sekarang!!!!
Motor, siapa yang tak kenal dengan kendaraan roda dua yang satu ini. Kendaraan yang nyaman dan praktis ini rasanya telah menjadi primadona transportasi masyarakat Indonesia saat ini. Hal ini ditandai dengan banyaknya pemakai kendaraan tersebut di tanah air ini khususnya di wilayah Kabupaten Ketapang.

Pada dasarnya, penggunaan sepeda motor hanya ditujukan kepada seseorang yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi C(SIM C).Seseorang berhak memiliki SIM C saat ia sudah berusia 17 tahun.

Tak hanya itu, surat-surat kepemilikan sepeda motor juga harus dilengkapi, seperti STNK, BPKB,  serta rambu lalu lintas ditaati, tata tertib dipatuhi, dan norma berkendara dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Namun saat ini daya ketertarikan seseorang semakin menggila,  tak hanya kaum dewasa,  para anak-anak pun juga terpikat untuk mengendarai kendaraan roda dua ini.

Setidaknya, 40% dari pengguna sepeda motor di Ketapang adalah kelompok di bawah umur. Mereka rasanya tak sulit dijumpai di jalan raya di berbagai jalan protokol maupun di pelosok gang. Umumnya, mereka berstatus sebagai pelajar tingkat SMA. Namun, di jalanan banyak pula didapati pelajar setingkat SMP, dan SD terutama dapat dilihat di pagi hari saat jam masuk sekolah.Tindakan semacam ini merupakan tindakan yang melanggar ketentuan hukum. Karena menurut Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, menyebutkan bahwa “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah)”.

Pengemudi dibawah umur juga sering melanggar peraturan lalu lintas dengan membahayakan dirinya dan juga orang lain. Mengemudi tanpa menggunakan helm, memacu motor dengan kecepatan tinggi dan tak mengiraukan rambu rambu lalu lintas memang menjadi salah satu masalah berkendara yang sering terjadi di tanah ini.

Sebuah tugas yang tak mudah harus dihadapi tidak hanya oleh Polantas saja melainkan oleh pemerintah dan masyarakat khususnya keluarga. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga juga memiliki peran yang tak kalah penting. Keluarga semestinya dapat menjalankan fungsinya dalam memberikan edukasi kepada anak-anak agar mereka dapat menaati hukum/peraturan perundang-undangan secara bijaksana dan bertanggungjawab.

Keluarga diharapkan dapat mengarahkan anak-anak untuk lebih dapat menggunakan sarana transportasi yang lebih aman dan sesuai dengan usia mereka, seperti sepeda ataupun di antar saat pergi dan pulang sekolah untuk mengurangi angka pengguna sepeda motor di bawah umur.

Dengan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, keluarga, maupun masyarakat, jumlah pengendara sepeda motor di bawah umur akan berkurang, jumlah kecelakaan pengendara sepeda motor di bawah umur akan menyusut, serta kesadaran anak-anak untuk tertib peraturan lalu lintas ataupun lainnya akan dapat terlaksana dengan baik.

Mari dukung Satuan Lalu Lintas Polres Ketapang untuk mengurangi tingkat kecelakaan dan penggunaan kendaraan bermotor. Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan.

Komentar:
Tuliskan Komentar Anda: